Membayar pajak STNK di STNK keliling.
Persiapan di rumah:
- Siapkan pen/pena.
- BPKB asli + fotocopy 1X BPKB (yg romawi I & romawi II aja) dijadikan 1 lembar.
- STNK asli + fotocopy 1X STNK (dijadikan 1 lembar).
- KTP asli pemilik STNK + fotocopy 1X KTP pemilik STNK.
Jika diwakilkan/diwalikan: fotocopy 1X KTP wakil/wali.
Di STNK keliling:
- Minta formulir pendaftaran pada petugas — lalu isi, contoh ada di masing2 meja (biasanya ada 2 meja).
- Formulir yg sudah diisi
- BPKB asli + fotocopy 1X BPKB (yg romawi I & romawi II aja) dijadikan 1 lembar,
- STNK asli + fotocopy 1X STNK (dijadikan 1 lembar),
- KTP asli pemilik STNK + fotocopy 1X KTP pemilik STNK,
- Jika diwakilkan/diwalikan: fotocopy 1X KTP wakil/wali, dijadikan satu.
- Serahkan di loket, untuk ditukar dengan No. antrian. (BPKB asli dikembalikan).
- Menunggu panggilan No. antrian……….
Beberapa tahun terakhir banyak orang menggunakan batik pada saat bekerja. Kebetulan juga saya sendiri juga penggemar batik yang bersorak dalam hati ternyata di tempat saya bekerja tidak ada aturan tertentu masalah pakaian kerja. Selain untuk melestarikan budaya asli Indonesia, ada beberapa alasan orang menggunakan batik.
Ririn (Sekretaris), memilih batik karena merasa lebih simple dan motifnya banyak sehingga tidak monoton, itu-itu saja corak baju yang dipakai. Selain itu dengan motif yang unik tidak takut “kembaran” dengan orang lain. Yang pasti kata Ririn, lebih Indonesia….!
Lain lagi dengan Hidayat (Sales Manager), merasa nyaman dengan batik karena bisa masuk dalam segala suasana baik itu formal maupun informal. Sering dianggap pejabat kalau masuk tempat makan, cafe dan sebagainya. Dengan batik juga mudah untuk memasangkan dengan warna celana apa saja, tidak serumit baju biasa.
Geli, terpaksa harus membahasnya di sini masalah komentar Marcella Zalianty,”Ternyata bendera kita dan Monako sama yah”, seperti termuat dalam berita Detikhot.com.
Mungkin si cantik Marcella berharap komentarnya mengundang simpatis orang lain (terutama fans dia) yang diharapkan berkomentar, “iiih kamu, lucu banget sih, baru tahu ya…”, “gemesin deh…pasti kamu bercanda ya, tambah cakep deh”. Tapi Marcella lupa kalo ungakapan jujurnya dibaca orang-orang yang semakin pintar dan kritis.
Hasilnya, segala caci-maki terungkap di halaman komentar (lihat), bahkan masuk dalam komentar terbanyak (189 komentar, mungkin saat ini lebih) hehehe..kasihan.
Pertanyaannya, kemana aja sih pas pelajaran SD dulu, padahal seingat saya masalah bendera sama ini paling gampang diingat, karena memang unik. Dan benar kata beberapa orang yang berkomentar di Detik, jangan-jangan dia akan bikin press realease setelah tahu kalau Polandia mempunyai bendera yang sama tapi terbalik. Takutnya dia membawa fans beratnya untuk demo di kedutaan Polandia, protes telah melecehkan bendera Indonesia dengan memasangnya terbalik
.
Atau jangan-jangan anak SD sekarang tidak tahu ya ? gaswat !! Buat Marcella, coba loe cek deh di Google, masih sama kok bendera Indonesia dan Monaco, Polandia juga masih dibalik tuh.