Archive for the ‘cerita’ Category

Confucius : 3 x 28 = 23 ?

Posted on the March 5th, 2010 under cerita, harus tahu by Irpus

dikutip dari sebuah milis....

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.

Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”

Selamat Jalan Cak Barens

Posted on the March 4th, 2010 under cerita by Irpus

Rabu, 3 Maret 2010 | 2.55 sore, sekejap seakan-akan kereta Argo Jati, Cirebon – Jakarta “ngerem” mendadak saat Wiku kasih kabar Om Barens telah meninggal dunia.

Barens Hidayat, biasa saya panggil “Cak” pertama kali bertemu saat buka puasa di Buku Cafe – Margonda, Depok. Beberapa kali jalan bareng tidak lain pasti acara makan dan foto-foto. Wawasannya terhadap kuliner dan kegemaranya masak membuat saya ngiler pada saat beliau kirim pesan baik sms ataupun YM ngajakin ketemuan untuk makan siang ataupun sengaja sisipin waktu untuk mencoba tempat makan. Setahun terakhir beliau juga “pamer” bidikan foto-fotonya yang membuatku ngiri karena pada saat yang sama saya sedang malah menekan tombol shutter.

Cak, totalitasmu terhadap sesuatu membuat orang menjadi semangat untuk menjalani sesuatu. Itu aja, karena jarang orang niat banget seperti “sampeyan”.

Cak, selamat jalan…..InsyaAllah sampeyan diterima disisiNya dengan sempurna, Amien.

Temen-temen yang punya pengalaman seru dengan Cak, Om / Mas Barens, silakan dibagi….

Kenapa Batik ?

Posted on the February 24th, 2010 under cerita by Irpus

Beberapa tahun terakhir banyak orang menggunakan batik pada saat bekerja. Kebetulan juga saya sendiri juga penggemar batik yang bersorak dalam hati ternyata di tempat saya bekerja tidak ada aturan tertentu masalah pakaian kerja. Selain untuk melestarikan budaya asli Indonesia, ada beberapa alasan orang menggunakan batik.

Ririn (Sekretaris), memilih batik karena merasa lebih simple dan motifnya banyak sehingga tidak monoton, itu-itu saja corak baju yang dipakai. Selain itu dengan motif yang unik tidak takut “kembaran” dengan orang lain. Yang pasti kata Ririn, lebih Indonesia….!

Lain lagi dengan Hidayat (Sales Manager), merasa nyaman dengan batik karena bisa masuk dalam segala suasana baik itu formal maupun informal. Sering dianggap pejabat kalau masuk tempat makan, cafe dan sebagainya. Dengan batik juga mudah untuk memasangkan dengan warna celana apa saja, tidak serumit baju biasa.